Minggu, 22 Januari 2012

puisiku#4

Ibuku Matahariku


di awali dengan perjuangan keras kau menjagaku
hingga aku untuk pertama kali bisa menatapmu
dengan canda dan air mata kau mengajariku semuanya
hingga aku dapat berdiri sendiri dan menjadi seperti yang sekarang ini
aku ingat saat pertama kali kau mengucapkan namaku
ketulusanmu, kelembutanmu,dan kasi sayangmu bersatu didalamnya
dan tak dapat dipungkiri lagi aku sangat senang mendengarnya
ingin rasanya semua itu selalu terjadi
tetapi
aku menyadari bahwa semua itu hanya kemungkinan
karena
apa daya
semakin aku hidup semakin banyak pula aku mengecewakanmu
kau sampai mengeluarkan air matamu
itu terjadi karena lidahku yang menjijikan dan mulutku yang busuk
berucap kata yang menusuk hatimu hingga kau tidak kuasa membendung air mata
saat itulah diriku yang kotor ini mulai terbangun
tersadar terhadap kelakuanku yang sangat rendah
mengingat tak henti"nya kau merawatku dengan jerit payah bahkan mempertaruhkan nyawamu..
ibu
aku tidak tau dengan apa aku bisa membalas semua kasih yang kau curahkan padaku
rangkaian doa?? aku ragu akan itu karena sering kali aku lupa akan itu
karena aku lebih mementingkan kehidupanku daripada kebahagiaanmu
aku mulai berfikir apa aku pantas kau sebut aku seorang anak??
padahal selalu selalu dan selalu saja aku menyakitimu
dengan semua sikap kebodohan dan egoku
dan kenapa kau selalu mempedulikanku memperhatikanku dan melayaniku
padahal mestinya kau tahu bagaimana caraku memerintahmu menuruti kemauanku
selalu saja jika salah ak berkata kasar
tapi
kenapa kau selalu tersenyum dan mengiyakan semua yang terjadi??
mengherankan.. sangat mengherankan,
membandingkan dengan semua yang terjadi
aku takjub dan tak percaya
hatimu sangat suci tulus dan hangat
pernah aku menanyakan "apakah kau mempunyai hati seorang bidadari ? "
dan saat itu kau menjawab "tidak, bukan, dan mustahil. "
kau mengucapkan ' ibumu ini hanya memiliki hati yang sama dengan yang lain tapi istimewannya hati ibumu ini d penuhi kasih dan cinta untuk membahagiakan dirimu anakku'
mendengar itu air mataku mengalir menetes dan jatuh
teharu mengingat hanya kebahagiaanku yang ada dalam hati dan pikiranmu
ibu..
aku sekali lagi tak tau apa yang harus kulakukan
aku hanya bisa mengatakan terimakasih terhadapmu
terimakasih karena telah melahirkanku
dan terimakasih karena kau telah mau aku memanggilmu dengan sebutan IBU
ibu
kau adalah matahariku
walaupun dengan semua kekurangan yang ada
kau akan tetap bersinar di mataku ini dan kaulah segalanya karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jikalau engkau tidak ada d sampingku untuk membimbing diriku yang lemah ini

puisiku#3

KAULAH SEGALANYA


Saat melihatmu
Tercipta sebuah rasa
Saat mengingatmu
Rasa itu semakin menggila
Saat bertemu denganmu
Hati ini membujuk untuk mengenalmu …
Saat menyentuh kulitmu
Aku seperti melayang
Mendengar suaramu
Hati ini menjadi hangat
Melihat senyumanmu
Hatiku seperti terbang..
Oh kasih…
Kaulah penyemangatku untuk hidup

puisiku#2

KEHILANGANMU


Terdengar suara
Menusuk menenangkan hati
Terdengar nyanyian
Meresap ke dalam jiwa
Terlintas di benak semua tawa yang ada
Ingin rasanya mengulang hal itu kembali
Tetapi..
Apa daya
Warna itu telah pudar
Meninggalkan kesedihan yang dalam…
Pernah rasanya
Aku kembali ke masa itu
Melanjutkan kisah kita
Dan membuat nyanyian tentang kita
Tetapi..
Seperti di telan kegelapan
Semua itu langsung menghilang
Bingung rasanya saat itu
Setelah tersadar
Ternyata
Sekali lagi aku terbangun dari mimpi yang sama…
Semua perasaan yang telah ku bendung
Keluar begitu saja
Menambah luka yang ada
Dan menyesakkan hati ini
Kedukaan ini akan sulit terhapus
Karena..
Kehilanganmu adalah mimpi buruk bagiku….

puisiku

Saat Bulu Dara Terlepas


aku tahu aku ini bukanlah orang yang baik,
aku tahu diriku memang bodoh,
aku tahu aku ini hanya bisa membuatmu menangis,
aku tahu dan menyadari bahwa tubuhku ini tidaklah sempurna seperti yang kamu pikirkan,
dan aku tahu hanyalah kekurangan semata yang aku miliki...
tetapi..
di lain sisi aku mempunyai hati yang tulus untuk mencintaimu,
dan kamu juga mempunyai hati yang lembut untuk menyayangiku..
ketika kita bersama, duduk berdua dan saling menceritakan kisah kita,
serasa terbentuk gelembung-gelembung cinta yang bertebaran di sekeliling kita
dan burungburungpun iri lalu mereka menyanyikan lagu cinta untuk kita
dan semua itu menimbulkan rasa yang amat hangat untuk kita saling mencintai,
tapi..
saat kita saling diam, terpaku, membisu dan berjauhan,
serasa ada sebilah pedang tajam menancap di dada
Sakit, Perih dan Menyesakkan...
tetapi Apa Daya...
mungkin kali ini hati kita BELUM bisa menyatu dan BELUM bisa menerima
jika dibandingkan dengan Dua Burung Dara yang selalu saling berbagi walaupun sedang Terluka...
Terimakasih atas semua rasa yang telah kamu berikan...
Terimakasih karena kamu bisa membuatku merasakan kebahagiaan saat bersamamu...
dan Terimakasih  karena kamu pernah menjadi orang yang aku sayangi...
Semoga dengan semua ini Kita dapat menjadi orang yang lebih bisa memahami satu sama lain..
kisah ini takkan mungkin hilang
Akan aku simpan selamanya di hati maupun pikiranku...

terimakasih ^^
CREATED BY TRISAN BAGAS YUWONO | WELCOME TO MY BLOG | THANKS FOR VISIT