Ibuku Matahariku
di awali dengan perjuangan keras kau menjagaku
hingga aku untuk pertama kali bisa menatapmu
dengan canda dan air mata kau mengajariku semuanya
hingga aku dapat berdiri sendiri dan menjadi seperti yang sekarang ini
aku ingat saat pertama kali kau mengucapkan namaku
ketulusanmu, kelembutanmu,dan kasi sayangmu bersatu didalamnya
dan tak dapat dipungkiri lagi aku sangat senang mendengarnya
ingin rasanya semua itu selalu terjadi
tetapi
aku menyadari bahwa semua itu hanya kemungkinan
karena
apa daya
semakin aku hidup semakin banyak pula aku mengecewakanmu
kau sampai mengeluarkan air matamu
itu terjadi karena lidahku yang menjijikan dan mulutku yang busuk
berucap kata yang menusuk hatimu hingga kau tidak kuasa membendung air mata
saat itulah diriku yang kotor ini mulai terbangun
tersadar terhadap kelakuanku yang sangat rendah
mengingat tak henti"nya kau merawatku dengan jerit payah bahkan mempertaruhkan nyawamu..
ibu
aku tidak tau dengan apa aku bisa membalas semua kasih yang kau curahkan padaku
rangkaian doa?? aku ragu akan itu karena sering kali aku lupa akan itu
karena aku lebih mementingkan kehidupanku daripada kebahagiaanmu
aku mulai berfikir apa aku pantas kau sebut aku seorang anak??
padahal selalu selalu dan selalu saja aku menyakitimu
dengan semua sikap kebodohan dan egoku
dan kenapa kau selalu mempedulikanku memperhatikanku dan melayaniku
padahal mestinya kau tahu bagaimana caraku memerintahmu menuruti kemauanku
selalu saja jika salah ak berkata kasar
tapi
kenapa kau selalu tersenyum dan mengiyakan semua yang terjadi??
mengherankan.. sangat mengherankan,
membandingkan dengan semua yang terjadi
aku takjub dan tak percaya
hatimu sangat suci tulus dan hangat
pernah aku menanyakan "apakah kau mempunyai hati seorang bidadari ? "
dan saat itu kau menjawab "tidak, bukan, dan mustahil. "
kau mengucapkan ' ibumu ini hanya memiliki hati yang sama dengan yang lain tapi istimewannya hati ibumu ini d penuhi kasih dan cinta untuk membahagiakan dirimu anakku'
mendengar itu air mataku mengalir menetes dan jatuh
teharu mengingat hanya kebahagiaanku yang ada dalam hati dan pikiranmu
ibu..
aku sekali lagi tak tau apa yang harus kulakukan
aku hanya bisa mengatakan terimakasih terhadapmu
terimakasih karena telah melahirkanku
dan terimakasih karena kau telah mau aku memanggilmu dengan sebutan IBU
ibu
kau adalah matahariku
walaupun dengan semua kekurangan yang ada
kau akan tetap bersinar di mataku ini dan kaulah segalanya karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jikalau engkau tidak ada d sampingku untuk membimbing diriku yang lemah ini
hingga aku untuk pertama kali bisa menatapmu
dengan canda dan air mata kau mengajariku semuanya
hingga aku dapat berdiri sendiri dan menjadi seperti yang sekarang ini
aku ingat saat pertama kali kau mengucapkan namaku
ketulusanmu, kelembutanmu,dan kasi sayangmu bersatu didalamnya
dan tak dapat dipungkiri lagi aku sangat senang mendengarnya
ingin rasanya semua itu selalu terjadi
tetapi
aku menyadari bahwa semua itu hanya kemungkinan
karena
apa daya
semakin aku hidup semakin banyak pula aku mengecewakanmu
kau sampai mengeluarkan air matamu
itu terjadi karena lidahku yang menjijikan dan mulutku yang busuk
berucap kata yang menusuk hatimu hingga kau tidak kuasa membendung air mata
saat itulah diriku yang kotor ini mulai terbangun
tersadar terhadap kelakuanku yang sangat rendah
mengingat tak henti"nya kau merawatku dengan jerit payah bahkan mempertaruhkan nyawamu..
ibu
aku tidak tau dengan apa aku bisa membalas semua kasih yang kau curahkan padaku
rangkaian doa?? aku ragu akan itu karena sering kali aku lupa akan itu
karena aku lebih mementingkan kehidupanku daripada kebahagiaanmu
aku mulai berfikir apa aku pantas kau sebut aku seorang anak??
padahal selalu selalu dan selalu saja aku menyakitimu
dengan semua sikap kebodohan dan egoku
dan kenapa kau selalu mempedulikanku memperhatikanku dan melayaniku
padahal mestinya kau tahu bagaimana caraku memerintahmu menuruti kemauanku
selalu saja jika salah ak berkata kasar
tapi
kenapa kau selalu tersenyum dan mengiyakan semua yang terjadi??
mengherankan.. sangat mengherankan,
membandingkan dengan semua yang terjadi
aku takjub dan tak percaya
hatimu sangat suci tulus dan hangat
pernah aku menanyakan "apakah kau mempunyai hati seorang bidadari ? "
dan saat itu kau menjawab "tidak, bukan, dan mustahil. "
kau mengucapkan ' ibumu ini hanya memiliki hati yang sama dengan yang lain tapi istimewannya hati ibumu ini d penuhi kasih dan cinta untuk membahagiakan dirimu anakku'
mendengar itu air mataku mengalir menetes dan jatuh
teharu mengingat hanya kebahagiaanku yang ada dalam hati dan pikiranmu
ibu..
aku sekali lagi tak tau apa yang harus kulakukan
aku hanya bisa mengatakan terimakasih terhadapmu
terimakasih karena telah melahirkanku
dan terimakasih karena kau telah mau aku memanggilmu dengan sebutan IBU
ibu
kau adalah matahariku
walaupun dengan semua kekurangan yang ada
kau akan tetap bersinar di mataku ini dan kaulah segalanya karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jikalau engkau tidak ada d sampingku untuk membimbing diriku yang lemah ini